Ada Pesta Musik Dugem di Malam Takbiran


Dugem takbiranPamekasan (Warta Madura) – Di kota-kota lain di Madura, Jawa Timur, malam takbiran dimeriahkan dengan gema takbir baik di masjid-masjid, mushalla, maupun takbir keliling, namun di Pamekasan, malam takbiran justru diisi joget ria dan pesta musik dugem.

Seperti yang terjadi di sepanjang Jalan Trunojoyo, Pamekasan, Minggu (27/7) malam. Pesta musik dugem dan joget ria para pemuda mengalahkan kumandang gema takbir di malam Lebaran ini.

Tidak kurang dari 10 kelompok pemuda memutar musik dugem di sepanjang jalan protokol di Kota Pamekasan itu, sehingga jalur lalu lintas itu terlihat nyaris seperti tempat hiburan malam.

“Kacau kalau Pamekasan seperti ini,” kata salah seorang pemuda yang juga warga setempat, Dedy Kurniawan.

Anehnya, pesta musik dugem di malam takbiran tidak dibubarkan oleh aparat, baik kepolisian, maupun petugas keamanan pemkab, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Akibatnya, kelompok pemuda yang dari berbagai pelosok desa di Pamekasan bebas melakukan ekspresinya sesuka hatinya. Bahkan diantara pemuda itu yang hingga buka baju, layaknya orang mabuk minum-minuman keras, sambing geleng-geleng kepala mengikuti hentakan irama musik.

Kalangan aktivis organisasi pemuda Islam di Pamekasan, semisal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengecam pesta musik dugem di malam takbiran itu, dan menilai, aksi mereka kurang menghargai hari-hari besar agama Islam.

HMI juga menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang terkesan acuh, bahkan membiarkan pesta musik dugem itu.

Ketua Umum HMI Pamekasan Moh Khafifi menyatakan, sebagai satu-satunya kabupaten di Madura yang menerapkan syariat Islam melalui program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam), seharusnya pemerintah tidak membiarkan kegiatan pesta dugem, disaat umat Islam sedang merayakan hari keagamaan.

“Kami tidak yakin pemkab tidak mengetahui aksi mereka. Soalnya kan di tempat umum dan juga di jalan protokol. Tapi kenapa justru diam dan terkesan membiarkan pesta musik dugem ini,” kata Moh Khafifi.

kelompok pemuda yang menggelar pesta musik dugem di sepanjang Jalan Trunojoyo, Pamekasan Minggu (27/7) malam itu adalah kelompok yang awalnya mengikuti takbir keliling. Namun setelah itu, mereka mengubah memutar musik dugem, sambil berjoget ria. (Tim Media)

Baca Juga Berita Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.