Pembangunan PLTG Gili Timur Bangkalan Gagal


PLTG BANGKALAN2Jakarta (Warta Madura) – Pembangunan PLTG Gili Timur di Bangkalan, Madura, Jawa Timur gagal digelar oleh Pertamina EP.

“Untuk kasus di Bangkalan, Pertamina EP hanya menjual gas kepada PT Media Karya Sentosa sebagai trader di titik serah,” kata Pjs Public Relation Manager Pertamina EP Agustinus dalam keterangan tertulis, Minggu (20/7/2014), sebagaimana dilangsir situs okezone.com.

Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PEP dengan MKS ditandatangani pada September 2007.

Belakangan beredar tuntutan dari Front Mahasiswa dan Rakyat Bangkalan Madura – Anti KKN Migas (Front Rombak Migas atau FRM) yang meminta PJBG itu dibatalkan karena  PJBG dianggap merugikan negara Rp5 triliun dan menyengsarakan rakyat Madura, khususnya Bangkalan.

FRM memohon Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Menko Perekonomian Chairul Tanjung dan Menteri ESDM Jero Wacik agar segera memecat semua direksi PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP, dan Kepala SKK Migas serta seluruh pejabat instansi dan lembaga yang terlibat bersama-sama dalam praktek KKN dan mafia migas yang menjadi sumber penderitaan rakyat Bangkalan Madura selama ini.

FRM menyampaikan ultimatum, paling lama 3 x 24 jam sejak 15 Juli, gas alam dan listrik yang menjadi hak dan kebutuhan primer rakyat Bangkalan Madura dapat dipenuhi oleh semua pihak yang selama ini menjadi penyebab krisis listrik dan kehancuran ekonomi Rakyat Bangkalan Madura.

Sebelum muncul tuntutan dari FRM, beberapa bulan sebelumnya isu ini sempat muncul di media maya. Pertamina EP dianggap ikut bertanggung jawab karena tak memenuhi komitmen mengalokasikan gas sebanyak 8 BBTU yang akan dipakai untuk PLTG Gili Timur dan keperluan lain di Kabupaten Bangkalan.

Namun karena tak dapat pasokan gas, PLTG akhirnya tak jadi dibangun. PLN memindahkan investasi yang tadinya disiapkan untuk Bangkalan ke Riau. Bagi Agustinus, semua tudingan yang dialamatkan ke Pertamina EP itu salah alamat.

“Membangun PLTG itu kan kewajbannya PLN bukan tugasya Pertamina EP,” ujarnya.

Ia juga menegaskan PJBG dengan MKS itu tak merugikan Negara. Harga jual gas PEP kepada MKS tergolong harga yang cukup bagus pada area Jawa Timur sesuai dengan harga PJBG baru yang ditandatangani di area Jawa Timur.

“Bila dibandingkan dengan harga jual pada lokasi lain, harga jual pada MKS masih lebih besar. Pembayaran MKS juga berkategori lancar,” kata dia.

Agustinus menegaskan PJBG dengan MKS itu menganut sistem jual putus di titik serah di Gresik. PJBG juga tidak mengatur volume yang harus disetorkan PEP untuk pembangkit listrik di GiliTimur Bangkalan.

“Begitu juga dengan kewajiban pembangunan pipa gas dari Gresik (site MKS) menuju ke PLTG Gili Timur Bangkalan Madura. Itu hanya ada dalam perjanjian Konsorsium antara MKS dengan Perusahaan Daerah Sumber Daya Kabupaten Bangkalan,” pungkasnya. (rzk/Okezone/Warta Madura)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.