Jurnalis Pamekasan Kutuk Kekerasan Wartawan


Demo-AJPPamekasan (Warta Madura) – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Selasa,  menggelar unjuk rasa ke kantor DPRD Pamekasan, mengutuk tindakan kekerasan terhadap wartawan, yang dilakukan oleh salah satu oknum anggota DPRD wilayah itu.

wartawan dari berbagai media, baik media cetak, elektronik dan media online, mendatangi gedung DPRD dengan membawa sejumlah poster yang bertuliskan kecaman terhadap aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum wakil rakyat di Kabupaten Pendidikan itu.

Salah satu orator dalam aksi, Sukma Firdaus mengatakan, ia mengecam sikap premanisme yang ditunjukkan oleh oknum anggota dewan kepada rekannya sesama wartawan.

“Anggota DPRD itu seharusnya mengerti hukum, bukan malah menjadi pelaku kekerasan terhadap wartawan, yang itu jelas-jelas melanggar hukum,” teriaknya yang disambut oleh wartawan lainnya.

Sekretaris Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Taufiqurrahman mengatakan, seharusnya anggota dewan, mengerti tentang undang-undang pers dan kode etik jurnalis, sehingga apabila ada pemberitaan yang dianggap salah, tidak seharusnya melakukan tindakan kekerasan dan penyerangan terhadap wartawan.

“Jika memang ada kesalahan dalam penulisan, seharusnya melakukan langkah-langkah yang sudah diatur dalam undang-undang pers, bukan melah melakukan kekerasan dan penyerangan terhadap wartawan,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Sehingga ia mendesak agar ketua DPRD dan Badan Kehormatan (BK) untuk mengambil langkah-langkah tegas terhadap salah satu oknum anggota DPRD yang menjadi pelaku kekerasan terhadap waratwan itu.

Menanggapi hal itu, ketua DPRD Pamekasan Halili yang menemui aksi wartawan itu mengatakan, kasus kekerasan yang dilakukan oleh salah satu oknum anggota DPRD Pamekasan itu merupakan tindakan yang melanggar hukum, sehingga ia memasrahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas persoalan itu.

“Saya selaku bagian dari apa yang telah disampikan oleh rekan-rekan wartawan, dimana dalam peristiwa itu ada anggota dewan, maka itu bukan menjadi wilayah kami, tetapi menjadi wilayah hukum, silahkan serahkan kasus itu kepada penegak hukum,” katanya dalam aksi itu.

Adik kandung Bupati Pamekasan itu juga mengatakan, selain proses hukum, pihaknya juga akan mengambil langkah, yakni melalui Badan kehormatan (BK). “Terkait dengan dugaan bahwa ada anggota dewan yang menyertai, maka kami DPRD Pamekasan, dalam hal itu akan dikomdani oleh Dewan Kehormatan, nantinya kami akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan prosedur yang ada, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” urainya.

Sementara itu, Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan Haryono berterima kasih atas informasi yang disampaikan oleh wartawan, sehingga hal itu juga menjadi acuan bagi BK untuk melakukan langkah-langkah.

“Kami akan melakukan tindakan-tindakan, yang sesuai dengan tata tertib dan kode etik yang sesuai dengan perundang-undangn yang ada,” janji Haryono.

Bahkan, apabila kerja BK dinilai lambat, maka ia meminta wartawan yang tergabung dalam AJP untuk mendatanginya, dan terus mengawal proses yang akan dilakukan oleh BK, terkait persoalan kekerasan yang dilakukan oleh wakil rakyat tersebut.

(Sumber: Media Madura)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.