Polres Pamekasan Periksa Pejabat Terduga Korupsi Alkes


KORUPSI TIKURPamekasan (Warta Madura) – Tim penyidik Polres Pamekasan, Jawa Timur, memeriksa pejabat pembuat komitmen (PPK) kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan.

“Pejabat pembuat komitmen yang kami periksa hari ini dalam kasus dugaan korupsi pembelian alat-alat kesehatan itu adalah mantan Kepala Bidang Pelayanan RSUD Pamekasan Rusdi Saleh,” kata Kapolres AKBP Nanang Chadarusman dalam acara audiensi dengan aktivis mahasiswa dan LSM di aula Polres Pamekasan, Selasa (6/5/2014).

Rusdi diperiksi tim penyidik Polres Pamekasan, karena yang bersangkutan dianggap mengetahui proses pelelangan proyek bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp4,5 miliar yang terjadi pada tahun 2012 itu.

Menurut Kapolres, selain Rusdi, ada juga pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembelian alat-alat kesehatan di RSUD Pamekasan. Antara lain mantan Direktur RSUD Pamekasan dr Iri Agus Subaidi, dan pimpinan proyek, serta sejumlah staf RSUD Pamekasan.

“Pemeriksaan Rusdi Saleh ini merupakan langkah awal petugas kepolisian untuk mendalami kasus dugaan korupsi ini, sebelum akhirnya menetapkan tersangkanya,” kata Kapolres.

Kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Pamekasan ini mulai diselidiki aparat penegak hukum sejak awal 2013. Kala itu penyelidikan dilakukan oleh Polda Jatim atas laporan aktivis LSM di Pamekasan. Bahkan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur juga sempat memeriksa sejumlah pejabat di RSUD Pamekasan terkait kasus itu.

Karena pertimbangan teknis, Polda Jatim akhirnya melimpahkan penyelidikan kasus dugaan korupsi alkes di RSUD Pamekasan itu ke Polres Pamekasan. Akan tetapi, hingga saat penyidikan yang dilakukan polisi belum menunjukkan perkembangan yang beranti dan belum satupun diantara oknum pejabat di RSUD Pamekasan yang diduga terlibat dalam kasus itu ditetapkan sebagai tersangka.

“Makanya, kedatangan kami ke Mapolres Pamekasan ini untuk melakukan audiensi secara langsung dengan pimpinan Polres Pamekasan untuk mengetahui perkembangan penyidikan kasus yang berjumlah miliaran rupiah itu,” kata Ketua Komunitas Parlemen Jalanan Mahasiswa (Kopajaa) Pamekasan Holil Iam, seusai audiensi, Selasa sore.

Pembelian alat-alat kesehatan di RSUD Pamekasan itu diketahui terindikasi korupsi, karena barang yang dibeli tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) yang telah ditentukan panitia proyek.

Selain itu, dari jumlah total sebanyak 10 item Alkes sebagaimana tertuan dalam ketentuan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, pemenang tender proyek itu hanya membeli sebanyak 8 item saja.

“Alat-alat yang dibeli juga diduga merupakan barang bekas, bukan barang baru, hanya dimodifikasi sehingga mirip seperti baru,” kata Holil Iam.

Dalam kesempatan dialog dengan jajaran Polres Pamekasan itu, Kopajaa juga meminta agar tim penyidik segera menetapkan tersangka dalam kasus itu, karena menurutnya, kasus dugaan korupsi berupa mark up pembelian harga Alkes di RSUD Pamekasan itu telah merugikan negara.

Bahkan, dalam sesi dialog itu, Ketua Kopajaa Holil Iam mengecam, akan menggerakkan massa untuk berunjuk rasa ke Mapolres Pamekasan apabila dalam waktu selama 1 minggu kedepan belum ada perkembangan penyidikan dan belum satu orangpun diantara oknum yang terindikasi melakukan korupsi itu ditetapkan sebagai tersangka. (Wahyu Darmawan)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.