Demo Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Pamekasan Ricuh


ASRI RICUHPamekasan (Warta Madura)  – Demonstrasi satu tahun kepemimpinan pasangan Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Achmad Syafii-Halil (Asri) oleh gabungan mahasiswa dan LSM di kantor bupati sempat, Selasa, berlangsung ricuh.

Kericuhan berawal saat para demonstran meminta Bupati Pamekasan Achmad Syafii menemui mereka, namun tidak kunjung keluar. Massa selanjutnya berupaya merangsek maju hendak memasuki kantor bupati, namun dihadang petugas.

Saling dorong antara massa pendemo dengan petugas yang mengamankan aksi itu tidak terhindari.

“Kami hanya ingin bupati menemui kami, guna meminta pertanggungjawaban atas janji politiknya, tolong jangan halangi kami, atau keluarkan Syafii menemui kami,” teriak salah seorang peserta aksi dengan suara lantang.

Saling dorong antara massa demonstran dengan petugas itu reda, setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi Baek menemui pengunjuk rasa dan menyampaikan bahwa Bupati Achmad Syafii tidak bisa menemui mereka karena sedang mengikuti Musrenbang di Pemprov Jatim.

Beberapa mahasiswa terlihat tidak puas dengan penjelasan Sekda, sehingga sebanyak 10 orang perwakilan mereka diminta memeriksa ruang bupati dan mereka memang tidak menemukan Bupati Achmad Syafii.

Wartawan Antara di Pamekasan melaporkan, karena gagal bertemu bupati, massa gabungan mahasiswa dan LSM ini selanjutnya membubarkan diri tertib. Namun sebelum bubar, mereka sempat menyampaikan ancaman, akan beraksi lagi apabila tujuh janji politik Bupati Achmad Syafii dan wakilnya Halil itu tidak segera direalisasikan.

Jika memang tidak mampu, mahasiswa meminta agar sebaiknya Bupati Achmad Syafii menarik janji politiknya itu, dengan konsenwensi harus turun dari jabatannya.

Menanggapi tuntutan mahasiswa dan LSM yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Parlemen Jalanan (Kopajaa) itu, Sekda Alwi Baek menyatakan, pemkab masih mengupayakan merealisasikan janji politik bupati itu melalui penyediaan anggaran.

Ia mengakui, terkait program pemberian honor kepada guru non-PNS senilai UMK sebagaimana dijanjikan Bupati Pamekasan Achmad hingga kini memang belum terealisasi, termasuk enam program lain yang menjadi program perioritas Bupati Achmad Syafii.

“Sampai saat ini pemkab memang belum mengalokasikan anggaran honor sebesar UMK itu,” ucap Alwi Baek, menjelaskan.

Sebelum ke kantor bupati, massa dari Kopajaa ini sebelumnya berunjuk rasa di area monumen Arek Lancor Pamekasan dengan menggelar orasi dan membagi-bagi brosur yang berisi tuntutan mereka kepada para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di jalur itu.

Selanjutnya massa bergerak menuju kantor Bupati Pamekasan di Jalan Kabupaten guna menemui secara langsung yang bersangkutan, namun gagal, hingga akhirnya sempat terjadi kericuhan antara demonstran dengan petugas keamanan. (yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.